aku nemikul lengan wanita berbobot ini.walau aku tak sanggup untuk mengangkatnya,aku harus berusaha.wanita yang malang,yang sedang menahan rasa sakit.melihatnya saja seperti serangga yang sedang memakan infestisida.tetapi aku yakin.wanita ini pasti kuat untuk menahannya.
dia adalah ibuku,ibu terkuat,terbaik, dan terhabat didunia.dia lebih kuat bari seekor banteng,dan aku juga tahu.dia juga berbadan seperti banteng.
"allahu akbar . .!!,yaallah,kenapa sakit sekali perut hamba . . .!!!"
"mbak,sabar mbak.sebentar lagi sampe rumah sakit kok . ."kata bulekku
aku hanya bisa melihat ibuku mengerang kesakitan.aku tak tahu,apa yang harus ku lakukan.sesaat aku menangis,melihat ibuku yang masih mengerang kesakitan.
"bagaimana ini . .?,apa yang harus kulakukan?kenapa aku hanya bisa memandangnya?kenapa aku menjadi panik?"pikirku dalam hati
"jaaaal . . .!ojo ndomblong wae,ewangi ibukmuu . ."kata bulek iin.
aku akhirnya memiliki sebuah ide desaat aku sedang amat panik.walaupun ide ini hanya sangat sederhana,mengambil tempat sampah dan sekotak tisu.
ternyata itu sangat berguna.ibuku tak tahan lagi menahan rasa sakitnya.ku berikanlah dia sebuah tempat sampah.
ku bilas mulutnya dengan lembut.di wajah pucatnya terdapat cahaya kasih sayang kepadaku.akupun hanya bisa terharu.
"makasih yoo lee.wis mau ngewangi ibukmu ini . . ."
akupun lagi lagi hampir menangis.kulihat langit tidak mendung.tetapi aku merasakan petir di hatiku.tetapi ini bukan petir biasa.ini adalah peitr kebahagiaan dari ibuku tercinta.
"terima kasih bu,aku akan selalu menyayangimu . . ."ucapku dalam hati.
